Memasuki hari ketiga kegiatan PPA tampaknya bukan hanya dari peserta saja yang semangatnya mulai menurun. Rasanya dari pihak pengelola sendiri semangatnya juga sudah mulai berkurang. Hal ini tampak dari masih sepinya suasana di dalam gedung W1. Belum tampak satupun petugas yang hadir kala itu. Aktivitas perkuliahan yang hanya berlangsung sampai hari jumat membuat lingkungan gedung W1 pada hari sabtu berubah menjadi relatif tenang. Namun berbeda dengan balkon gedung W1 Unesa yang kala itu sudah tampak ramai dengan pasukan putih hitam.
Seperti biasa, tepat pukul 07.00
wib apel pagi sudah siap untuk dilaksanakan. Sayangnya, apel pagi kala itu
harus berjalan mundur karena belum datangnya petugas apel. Matahari mulai naik,
namun petugas pengambil apel kala itu belum juga datang. Akhirnya, pengelola
yang bertugas kala itu mengambil
keputusan untuk langsung melaksanakan apel pagi.
Apel pagi kala itu tidak
berlangsung lama, petugas yang mewakili pengambil apel hanya menyampaikan untuk
tetap terus semangat. Dalam amanatnya beliau juga mengingatkan kembali agar
segera dipilih salah satu teman untuk menjadi Lurah sebagai jembatan informasi
antara pengelola dan peserta PPG. Pada akhir kegiatan apel, beliau kemudian
mengatur masuknya mahasiswa ke dalam auditorium agar berjalan dengan lancar.
Hampir tiga puluh menit menunggu di
auditorium, akhirnya pemateri pada sesi pertamapun tiba. Beliau adalah Dr.
Jacky yang akan membawakan materi “Kehidupan Bermasyarakat”. Dalam perkuliahan umum
yang beliau berikan, beliau tidak secara langsung menyampaikan materi yang akan
beliau berikan. Beliau melontarkan beberapa pertanyaan kepada para peserta
kemudian mengajak mereka untuk berdiskusi. Pertanyaan yang beliau lontarkan
yaitu mengenai pengalaman hidup bermasyarakat yang pernah dialami oleh para
peserta. Tentu saja para peserta yang berasal dari berbagai daerah memiliki
pengalaman bermasyarakat yang berbeda pula. Dari sinilah kita dapatkan
pengalaman berharga dari Negara Indonesia yang Bhineka ini.
Setelah beliau mengajak beberapa
peserta untuk menyumbangkan pendapat, beliau menjelaskan tentang apa itu
kehidupan. Bahwasanya kehidupan pada dasarnya ada dua yaitu :
- Human life, yaitu sebuah kondisi dimana di dunia ini hidup hanya untuk sekedar untuk mencari makan. Kehidupan semacam ini terjadi pada fakir miskin, buruh tani, dan kalangan ekonomi tingkat bawah lainnya.
- Human being, yaitu sebuah kondisi dimana di dunia ini tidak hanya sekedar untuk mencari makan karena segala aspek yang diinginkan dapat terpenuhi.
Setelah memberikan penjelasan
tentang apa itu kehidupan, beliau melanjutkan dengan meyampaikan kemajemukan
masyarakat yang ada di Indonesia. Hal ini sangat penting untuk dipahami karena
pada suatu daerah memiliki tata cara kehidupan yang berbeda-beda. Dengan disampaikannya
materi ini, beliau berharap bahwasanya ketika menjadi seorang guru nanti, kita
dapat terjun kedalam masyarakat tanpa mengalami kendala yang berarti.
Dua sesi selanjutnya, yaitu sesi kedua
dan sesi ketiga kala itu kosong. Pemateri untuk sesi kedua berhalangan hadir
karena ada kepentingan yang tidak bias untuk diwakilkan. Sedangkan untuk sesi
ketiga, materi yang disampaikan adalah materi tentang kehidupan berasrama untuk
teman-teman pasca sm3t. oleh karena peserta yang ada di dalam auditorium tidak
hanya dari pasca sm3t, maka pemateri meminta waktu tersendiri untuk memberikan
pengarahan di asrama.
Akhirnya, waktu kosong kala itu
kita manfaatkan untuk melakukan pemilihan Lurah. Ada tiga calon lurah yang
memberikan orasi pada waktu itu. Entah siapa nama mereka saya kurang ingat. Yang
pasti, mereka menyampaikan visi dan misi mereka sebagai calon lurah yang sangat
luar biasa. Setelah melalui prosesi pemilihan yang sangat panjang, akhirnya
terpilihlah saudara kita dari prodi Teknik Elektro yaitu Sulton.
![]() |
| Sulton, Lurah PPG PRAJABATAN ANGKATAN VI |
Apel sore kali ini cukup special karena
dipandu langsung oleh Drs. Joni Susilo Wibowo yang dikenal sebagai pembawa
acara professional dan juga memiliki wedding organizer. Bertindak sebagai pengambil apel sore ini adalah
Prof. Luthfiyah yang diminta untuk sekaligus menutup serangkaian acara Program
Pengenalan Akademik. Dalam amanat singkatnya, beliau berpesan agar para peserta
selalu menjaga semangat dan kondisi fisiknya agar dapat melaksanakan PPG dengan
baik. Beliau kemudian menutup acara PPA dengan bacaan bismillah sekaligus
hamdallah.



0 Comments:
Posting Komentar
Saya percaya pembaca blog memiliki pemikiran yang lebih dewasa dalam memberikan sebuah tanggapan atau komentar. Tidak sulit membuat saya bahagia, cukup tinggalkan komentar, bukan spam!