Welcome February…. Akhirnya bulan
yang dinanti datang juga. Antara sedih, tapi juga seneng. Sedih karena tidak bisa mendampingi secara penuh murid-murid kesayanganya Pak Bery yang harus berjuang keras dalam rangka persiapan menghadapi US/M beberapa bulan kedepan. Kalau senengnya, mulai bulan ini bakal banyak dapat ilmu baru karena sudah mulai aktif mengikuti
Pendidikan Profesi Guru atau yang sering disebut dengan PPG.
Jadi, berdasarkan
UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, seorang guru wajib memiliki
sertifikat pendidik. Sertifikat ini dapat diperoleh apabila guru mengikuti PPG.
Tujuan diadadakanya PPG ini sendiri adalah untuk menciptakan pendidik yang
professional dan berstandart nasional. Dengan begitu, diharapkan guru mampu untuk
mencetak generasi penerus bangsa yang unggul. Nah, berdasarkan cara masuknya,
PPG ini dikelompokkan menjadi 4 jenis yaitu :
- PPG Prajabatan Pasca SM3T yang pesertanya meliputi teman-teman yang sudah mengabdikan diri selama kurang lebih satu tahun di daerah 3T.
- PPG Prajabatan Bersubsisi yang pesertanya meliputi teman-teman fresh graduate, ataupun yang sudah mengajar tapi belum mempunyai SK dari Bupati.
- PPG Dalam Jabatan yang pesertanya meliputi teman-teman guru yang sudah diangkat menjadi PNS dan belum PLPG ataupun GTY pada SD Swasta.
- PPG Umum yang pesertanya meliputi semua guru yang berniat. Menurut informasi, PPG jenis ini baru akan dibuka pada pertengahan bulan Juni mendatang.
PPG yang saya ikuti saat ini
adalah PPG jenis kedua yaitu PPG Prajabatan Bersubsidi. Alasan memilih jenis
tersebut tentu karena adanya subsidi dari pemerintah alias gratis. Sebenarnya
dari lulus S1 dulu sudah tertarik untuk mengikuti SM3T, tapi sayangnya dari
pihak orang tua tidak mengijinkan. Dengan kesabaran menunggu selama 3 tahun,
akhirnya pada bulan mei tahun 2017 lalu ada angin segar tentang jenis PPG
tersebut.
Agenda pertama PPG ini dimulai
dengan agenda lapor diri yang dilaksanakan pada tanggal 1-2 februari 2018.
Lapor diri ini sendiri kegiatannya adalah penyerahan ulang draft persyaratan
yang digunakan pada saat mendaftar PPG kepada Universitas dimana kamu ditempatkan. Untuk Bery sendiri alhamdulillahnya daftarnya di Unesa dan diterimanya juga di Unesa dan salinan berkasnya masih punya. Jadi, buat kalian yang nantinya
berminat untuk mengikuti PPG baik dalam jabatan ataupun prajabatan sebaiknya
menggandakan dan menyimpan berkas-berkas persyaratan pendaftaran sehingga tidak
mengalami kebingungan lagi saat lapor diri. Tapi tenang…… bagi yang hilang,
kalian tidak perlu mengurus ulang. Kalian bias meminjamnya kembali pada TU di
LPTK tempat kalian test.
Agenda selanjutnya dari PPG ini
adalah Program Pengenalan Akademik (PPA) yang berlangsung selama tiga hari
mulai tanggal 8-10 februari 2018. Acara PPA hari pertama ini dimulai dengan
apel pagi yang dijadwalkan pukul 07.15wib. Banyak yang datangnya telat untuk
hari ini. Ternyata 07.15 itu sudah harus dimulai. Sedangkan untuk persiapan
pasukan, absen kehadiran oleh komandan pasukan, dan peletakan tas dimulai pada
pukul 06.30wib.
Setelah kegiatan apel pagi,
peserta diminta untuk mengisi daftar hadir dan kemudian dipersilahkan untuk
menuju tempat yang telah disediakan. Pada ruangan ini diadakan upacara
pembukaan kemudian diisi dengan materi-materi kuliah umum. Untuk materi pertama
disampaikan oleh Prof. Rusijono. Beliau membahas tentang kompetensi yang harus
dipenuhi untuk menjadi guru professional sesuai dengan UU No. 14 Tahun 2005
Pasal 10 Bab IV tentang guru yaitu kompetensi pedagogik, professional, social,
dan kepribadian. Beliau juga menjelaskan tentang empat tahap guru professional
yang meliputi :
- Berbasis perguruan tinggi
- Induksi guru berbasis sekolah
- Profesional guru berbasis prakasa intitusi
- Profesi guru berbasis madani
Pada bagian akhir, beliau
memberikan kesempatan kepada para mahasiswa untuk berdiskusi dengan beliau tentang
apa yang belum dipahami dan masih tersimpan sebagai pertanyaan.
Kegiatan PPA dilanjutkan pada
sesi kedua. Sesi ini membahas masalah pelaksanaan teknis PPG mulai dari
kedatangan, tata tertib, pelaksanaan apel, pakaian, dan lain sebagainnya.
Materi ini disampaikan oleh Dr. Abdul Rahman dengan durasi waktu yang sangat
singkat yaitu 15 menit. Pada bagian akhir, beliau mengajak kita untuk menyerukan
yel-yel bersama. Beliau pun berhasil membuat suasana menjadi petjaaaahhhh.
Setelah lumayan fresh, kegiatan
dilanjutkan pada sesi ketiga. Materi kali ini adalah orientasi umum program PPG
yang disampaikan oleh Dr. Suryanti, M.Pd. Beliau ini merupakan salah satu dosen
favorit saya dulu saat di S1-PGSD. Pada sesi ini beliau menyampaikan pencapaian
Unesa yang luar biasa karena Unesa pada tahun ini dipercaya untuk melaksanakan
PPG regular dengan jumlah mencapai 26 bidang study. Meskipun demikian, ada beberapa
hal yang masih menjadi pemasalah di LPTK yang diantara lain yaitu :
- Belum semua terstandart
- Disparitas kualitas
- Over supply lulusan pendidikan akademik S1
- Tidak semua guru SMK dihasilkan oleh LPTK
Selain menjelaskan permasalahan
yang dihadapi oleh LPTK, beliau juga menjelaskan persoalan guru dan LPTK yang
meliputi :
- Belum meratanya distribusi
- Adanya mismatch
- Masih banyaknya kekurangan guru
- Kualifikasi yang kurang memadai
- Pendidikan calon guru di LPTK
Setelah masalah-masalah tersebut
diurakan, beliau kembali melanjutkan dengan memberikan penjelasan mengenai
upaya pemerintah dalam memulihkan kondisi tersebut sebagaimana dijelaskan pada
UU No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Pada bagian akhir, beliau
menyampaikan bahwasanya dengan adanya PPG ini diharapkan dapat mencetak
guru-guru yang unggul sehingga dapat mencetak generasi yang unggul yang
berbasis kearifan lokal.
Sesi ketiga berakir tepat pukul
11.45 wib. kami kemudian dipersilahkan untuk istirahat hingga pukul 13.30 wib.
Saat keluar dari aula, kami diminta untuk absen dan mengambil jatah makan
siang. Alhamdulillah, rejeki anak kos. Bias hemat 1x jatah makan.
Tidak terasa waktu 1 jam 45 menit
yang telah diberikan untuk istirahat telah berakhir. Kegiatan PPA pun
dilanjutkan kembali. Untuk sesi empat dan kelima pematerinya sama yaitu Bapak
Elok Sudibyo. Pada sesi empat beliau menyampaikan sistem pembelajaran dalam PPG
Tahun 2018 ini. Adapun prosentase pembelajarannya meliputi :
- Lokakarya perangkat pembelajaran sebanyak 37%
- Pendalaman materi ( Pedagogik dan bidang studi ) sebanyak 21 %
- PPL sebanyak 39 %
- PTK sebanyak 3%
Adapun SKS yang ditempuh dalam
PPG ini adalah sebanyak 36 SKS yang meliputi 14 SKS dengan agenda PPL dan 22
SKS dengan agenda perkuliahan di kampus.
Selain itu, beliau juga menjelaskan tentang sistem terbaru yang
digunakan Unesa pada PPG tahun 2018 ini adalah PPG Semi Blok. Sistem
pembelajaran ini adalah satu-satunya sistem di Indonesia yang hanya diterapkan
di Unesa. Perbedaan sistem pembelajaran ini dengan sistem PPG pada umumnya adalah
adanya dua kali PPL. Pengambilan keputusan ini didasarkan pada hasil evaluasi
penyelenggaraan PPG pada tahun 2017 dimana sistem PPG pada umumnya dirasa
kurang efektif. Pada bagian akhir, beliau menjelaskan tentang jadwal
perkuliahan yang luar biasa mampatnya dan seketika membuat saya memutuskan
untuk menghirup nafas panjang.
Diberikan waktu istirahat selama
30 menit untuk melaksanakan sholat ashar. Setelah itu, pukul 15.30 kembali lagi
ke ruangan dan dilanjutkan sesi terakhir dengan materi evaluasi. Pada sesi
terakhir ini, Pak Elok menjelaskan tentang rumusan untuk memperoleh Nilai Akhir
(NA). Adapun rumus untuk menghitung nilai akhir adalah sebagai berikut :
Keterangan :
W :
Workshop
P :
PPL
PTK : Penelitian Tindakan Kelas
U :
Ujian Tulis Lokal
Untuk rinciannya sendiri adalah
sebagai berikut :
- Workshop terdiri dari dua bagian, yaitu penilaian proses dengan bobot 20 dan produk sebanyak 20. Untuk KKM workshop sendiri adalah 75
- PPL terdiri atas dua bagian, yaitu penilaian proses dengan bobot 30 dan produk sebanyak 10. Untuk KKM workshop sendiri adalah 70
- Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) terdiri atas dua bagian, yaitu penilaian proses dengan bobot 2 dan produk sebanyak 3.
- Ujian Tulis Lokal (UTL) memiliki bobot 15. Materi tes terdiri dari materi pedagogik dengan bentuk soal uraian tentang berbagai kasus pembelajaran dengan durasi 100 menit. Untuk KKM UTL ini adalah 70
Setelah dinyatakan lulus oleh
LPTK, ternyata semua itu belum selesai. Mahasiswa PPG harus menempuh UKMPPG
yang terdiri dari Ujian Tulis Nasional (UTN) dimana soal berasal dari BELMAWA
dengan bentuk pilihan ganda tang terdiri dari 70-75% bidang studi dan 20-25% pedagogik.
Untuk KKM tahun ini belum dapat dipastikan berapa. Harapan Bery, semoga saja
tidak terlalu tinggi sehingga masih dapat dijangkau.
Sesi terakhir ini luar biasa
membuat jetlag. Untung saja pada closing statement ibu Titik Indarti selaku
moderator memberikan sebuah motivasi bahwasanya banyak sekali alasan agar orang
tidak sukses. Tapi, hanya ada satu kunci untuk orang sukses yaitu tidak
mempunyai banyak alasan. Seketika motivasi itu membuat saya untuk semangat
kembali menjalani PPG dimana kedepannya akan banyak sekali tantangan yang akan
dihadapi.
Kegiatan PPA hari pertama ditutup
dengan apel sore. Karena cuaca diluar hujan, maka apel sore diadakan didalam
ruangan. Berakhirnya apel sore maka berakhir pula kegiatan PPA hari pertama. Cukup
sekian cerita kegiatan PPA untuk hari pertama. Doakan Bery diberikan semangat
yang berlimpah supaya dapat membagikan pengalaman Bery dalam mengikuti PPG
Prajabatan Bersubsidi. Salam Ki Hajar Dewantara VI!!!!
Daftar link
Daftar link

Siang. Postingannya menarik. Sy mau tanya, untuk PPG bersubsidi skema pembiayaan kuliahnya bagaimana ya? Apakah full dibiayai pemerintah atau subsidi sebagian? Saya dengar juga disediakan asrama itu benar tidak ya? Terimakasih :)
BalasHapusselamat siang. untuk PPG bersubsidi pembiayaan kuliah dari pemerintah. untuk biaya hidup dan tempat tinggal subsidi dari orang tua. masalah asrama tergantung dari LPTK. ada yang desediakan namun tetap dengan biaya sendiri ada juga yang diperbolehkan kos.
Hapus