Hari kedua workshop dipandu langsung oleh Ketua Prodi PGSD, Drs. Mintohari, M.Pd. Jadwal lokakarya hari ini adalah full analisis kompetensi dasar dari pukul 07.30 – 16.00 wib. Kompetensi dasar yang akan dianalisis meliputi kompetensi dasar dari kelas 1 sampai dengan kelas 5 dengan tema yang disesuaikan jadwal PPL 1 sekitar tanggal 8 Maret 2018. Berbekal analisis hari efektif pada kalender pendidikan kota Surabaya dan konfirmasi dengan SD mitra, maka KD yang akan kita analisis untuk hari kedua workshop adalah tema 7 dan 8 untuk kelas rendah serta tema 8 dan 9 untuk kelas tinggi.
Kegiatan dilanjutkan dengan
pembagian kelompok. Beliau menyerahkan sepenuhnya kepada kami untuk pembagian
kelompok. Fandy, sebagai ketua kelas pun mengambil alih. Kelompok dibagi sesuai dengan jumlah kelas, maka akan ada 5 kelompok yang akan dibentuk. Menganut
prinsip kesamarataan, kelompok pun dibagi dengan jumlah laki-laki dan jumlah
perempuan yang sama. Karena jumlah laki-laki ada 10 dan jumlah perempuan ada
20, jadi setiap kelompok terdiri dari 2 laki-laki dan 4 orang perempuan. Diurutkan
berdasarkan absen, Bery dan lima teman lainya (Hilmi, Tiara, Humairoh, Rahmi,
dan Afita) menjadi satu kelompok yaitu kelompok kelas 4.
Setelah kelompok terbentuk, beliau
mengarahkan kita untuk membagi KD yang akan dianalisis pada tema tersebut. Beliau
menghimbau, apabila pada subtema empat atau pada pembelajaran keenam,
pembelajarannya hanya berpusat pada project, maka analisis dilanjutkan pada
tema selanjutnya.
Dengan memperhatikan hasil analisis kalender dan himbauan dari beliau, kita sepakat untuk memulai dengan tema 8 subtema 3 dan berakhir pada tema 9 subtema 2. Pembagian kompetensi dasar kita lakukan dengan cara pengundian. Setiap orang berkewajiban mengambil 2 undian, satu undian pada tema 8 dan satu undian pada tema 9. Hasil undian pertama, keberuntungan Bery jatuh pada tema 8 subtema 3 pembelajaran 6. Sedangkan hasil undian kedua, keberuntungan Bery jatuh pada tema 9 subtema 1 pembelajaran 2.
Dengan memperhatikan hasil analisis kalender dan himbauan dari beliau, kita sepakat untuk memulai dengan tema 8 subtema 3 dan berakhir pada tema 9 subtema 2. Pembagian kompetensi dasar kita lakukan dengan cara pengundian. Setiap orang berkewajiban mengambil 2 undian, satu undian pada tema 8 dan satu undian pada tema 9. Hasil undian pertama, keberuntungan Bery jatuh pada tema 8 subtema 3 pembelajaran 6. Sedangkan hasil undian kedua, keberuntungan Bery jatuh pada tema 9 subtema 1 pembelajaran 2.
Sebelum melanjutkan untuk
menganalisis kompetensi dasar, beliau mengajak kita untuk berdiskusi untuk
menyamakan persepsi. Beliau juga memberikan wawasan bagaimana cara menguraikan kompetensi dasar menjadi indikator. Hal yang harus
diperhatikan saat menyusun indikator yaitu kata kerja operasional, cakupan
materi, dan kondisi pembelajaran. Kunci utama perumusan indikator adalah taksonomi Bloom. Dengan memahami hal tersebut, kita dapat merumuskan indikator pembelajaran yang terukur dan tepat sasaran.
Hal lain yang perlu diperhatikan yaitu menyangkut KI 1 dan 2 yang harus disertakan indikatornya pada muatan PPKn dan PAI. Pada bagian terakhir, beliau menyampaikan bahwa indikator pada setiap pembelajaran tidak boleh diulang. Dengan kata lain, indikator dalam setiap pembelajaran harus berkaitan. Hal inilah yang cukup membuat setiap kelompok menghela nafas panjang.
Hal lain yang perlu diperhatikan yaitu menyangkut KI 1 dan 2 yang harus disertakan indikatornya pada muatan PPKn dan PAI. Pada bagian terakhir, beliau menyampaikan bahwa indikator pada setiap pembelajaran tidak boleh diulang. Dengan kata lain, indikator dalam setiap pembelajaran harus berkaitan. Hal inilah yang cukup membuat setiap kelompok menghela nafas panjang.
Ditengah ruetnya diskusi untuk
menyusun indikator, adzan dzuhur pun mulai terdengar. Waktu untuk istirahat,
makan, dan sholat pun telah tiba. Beliau mempersilahkan kita untuk istirahat. Sebelum
istirahat, belaiau mengingatkan kepada kami bahwasanya kelas akan dimulai lagi pukul 13.30
dengan agenda merumuskan tujuan pembelajaran.
Hal yang terbesit dalam benak
saya saat itu adalah soto daging kantin Fakultas Ilmu Pendidikan. Terlalu berfikir
keras membuat alat musik dalam perut mengeluarkan irama dengan merdunya. Soto
dengan kuah yang pedas serta segar, tentu saja sangat menggugah
selera dan semangat.
Sesampainya disana, lagi-lagi pertanyaan serupa kembali saya dapatkan. “Lho, mas iki lak arek lawasan. Kok sik ning kene mas?” seketika nafsu makan rasanya bertambah. Pengennya bukan makan soto daging lagi, tapi udah naik level pengen daging manusia. Untung masih inget kalau makan daging manusia haram. Jadi, pertanyaan ibu kanti tadi Bery tanggapi dengan sabar dan tawakal. Dibalik itu, ada hal yang bikin seneng, ibunya masih inget banget seleranya Bery. Nasinya dikit, kuah sama kecapnya banyakan. Nah, setelah kenyang, mampir sekalian ke mushola Fakultas Ilmu Pendidikan untuk sholat sambil lurusin kaki. Kurang lebih 30 menit selonjorin kaki sambil rebahan, saatnya kembali ke Gedung Wiyata Mandala.
Sesampainya disana, lagi-lagi pertanyaan serupa kembali saya dapatkan. “Lho, mas iki lak arek lawasan. Kok sik ning kene mas?” seketika nafsu makan rasanya bertambah. Pengennya bukan makan soto daging lagi, tapi udah naik level pengen daging manusia. Untung masih inget kalau makan daging manusia haram. Jadi, pertanyaan ibu kanti tadi Bery tanggapi dengan sabar dan tawakal. Dibalik itu, ada hal yang bikin seneng, ibunya masih inget banget seleranya Bery. Nasinya dikit, kuah sama kecapnya banyakan. Nah, setelah kenyang, mampir sekalian ke mushola Fakultas Ilmu Pendidikan untuk sholat sambil lurusin kaki. Kurang lebih 30 menit selonjorin kaki sambil rebahan, saatnya kembali ke Gedung Wiyata Mandala.
Kegiatan workshop kembali
dimulai. Sesuai jadwal, kita akan merumuskan tujuan pembelajaran masih bersama
dengan Ketua Prodi PGSD, Drs. Mintohari, M.Pd. Sebelum menyusun tujuan, beliau
mengingatkan bahwa tujuan pembelajaran harus mengandung unsur ABCD. A yang
dimaksud yaitu Audience, B yaitu Behavior,
C adalah Condition, dan D adalah Degree. Hal yang sering menjadi catatan
yaitu tentang degree. Unsur ini harus memiliki muatan yang spesifik. Pada pengetahuan,
tidak boleh hanya sekedar benar atau tepat. Harus diberikan ukuran untuk benar
atau tepatnya seperti apa. Sedangkan untuk proses, dapat ditambahkan sebagai
penerapan sikap. Setelah beliau memberikan penjelasan, kami pun diminta untuk
melanjutkan menyusun tujuan dan apabila ada kebingungan atau kesulitan saat
penyusunan tujuan, beliau mempersilahkan untuk bertanya. Proses penyusunan
tujuan pembelajaran berlansung hingga pukul 16.00 wib. Sebelum pulang, beliau
mengingatkan bahwasanya tugas yang diberikan hari ini haruslah diselesaikan
karena besok akan dipresentasikan dan dievaluasi. Kegiatan lokakarya dengan
agenda workshop analisis kompetensi dasar, perumusan indikator, dan penyusunan tujuan pun
berakhir.
Lampiran

0 Comments:
Posting Komentar
Saya percaya pembaca blog memiliki pemikiran yang lebih dewasa dalam memberikan sebuah tanggapan atau komentar. Tidak sulit membuat saya bahagia, cukup tinggalkan komentar, bukan spam!